:(






Hari itu tepat pagi hari, aku mendengar kabar seorang teman baikku berpulang ke rumah Tuhan. Aneh rasanya berusaha memproses semua perasaan itu, setelah Ibu, belum ada yang lagi yang memberikan perasaan hilang dan sedih seperti ini. Aku ingat, bagaimana aku tetap berusaha menjalankan hari itu layaknya biasa, aku melanjutkan mencuci baju, memasak, bahkan membuka laptop untuk menyelesaikan setumpuk berkas yang belum ku selesaikan, dan apa? aku melakukannya dengan mata yang terus berlinang air mata, sampai berat rasanya wajahku. Tugasku tak bisa selesai, aku menutup laptopku, berusaha berjalan kesana kemari didalam rumah, berusaha menghilangkan air mata yang tak kunjung berhenti mengalir. Sampai ke-esokan hari nya, di hari pemakaman, air mata terus mengalir, dan begitu jelas rasanya melihatnya dikubur dibawah tanah, membuat perasaan hancur mengetahui bahwa aku tak bisa bertemu, bercakap, bercanda, bertengkar, dan beradu argument lagi dengannya. Hari itu, aku tak puna keberanian, tak kuasa melihat tubuhnya yang sudah sangat kurus dan terlihat telah banyak melalui kesakitan. 


Hari-hari selanjutnya berjalan, namun aku tak bisa berhenti terpikir dengan wajahnya, banyak tempat. banyak hal mengingatkanku dengannya. Ia bukan hanya seorang teman, ia adalah orang yang banyak sabar mengajarkan ku mengenai hidup, mengenai tanah ini, mengenai perjuangan orang-orang ku, dan tentu berkontribusi besar atas cara pandangku hari ini. Ia termasuk yang berkontribusi sangat besar atas apa yang kulakukan hari ini. Sungguh, rasanya berat, hingga hari ini aku mengetik tulisan ini, mata ku masih berlinang. Terlalu banyak sudut kota, sudut perkampungan, pepohonan, dan banyak hal yang mengingatkanku padanya. Semakin hari, semakin terasa nyata bahwasannya ia sudah tak di sini, di bumi yang sama, meski ku yakin dimensimu saat ini jauh lebih dalam dibandingkan diriku dan kami semua yang ada di sini. Biak akan berbeda rasanya, begitupun Jayapura, kedua kota yang memegang peran besar, ternyata disetiap sudut dan memorinya ada kamu.




Saat ku melihat kembali kenangan saat kamu masih di bumi, ternyata banyak juga yang kamu tinggalkan untukku, cukup banyak sampai mungkin hingga waktu yang cukup lama, aku yakin akan terus teringat denganmu. Akupun menulis ini, karena aku tak ingin suatu saat, dimasa depan aku lupa denganmu. Sampai kamu berpulang, tak banyak yang kuberikan, tak banyak yang kubalas, tentu sangat berbanding terbalik dengan semua yang kamu berikan. Meski hingga hari ini aku masih sulit untuk mengikhlaskan keadaan, seraya doa yang naik keatas, aku selalu meminta jalanmu dimudahkan.


Aku bangga, aku senang, aku bahagia pernah mengenalmu, setiap percakapan tentang mimpi itu dan bagaimana aku selalu memberikan counter logis kanan ku, aku akan sangat merindukannya. Aku akan sangat merindukan sosokmu, percakapan itu, dan banyak hal yang kamu ajarkan. Terimakasih selalu berada didepan, terimakasih telah mengakomodir semua ke-egoisanku dan terus bersabar akan hal itu. Aku tahu banyak yang menyambutmu diatas sana, banyak kawan mu juga yang telah lebih dahulu berpulang yang akan menyambut dan mengatakan "kerja bagus", "terimakasih sudah berjuang sampai akhir", "terimakasih karena tidak seharipun kamu lelah bersuara". Disini aku banyak berpikir untuk banyak kemungkinan aneh yang tidak akan terjadi, aku banyak berpikir tentang jika seandainya begini, jika seandainya begitu, namun kehendak Tuhan bukanlah tempat manusia untuk bernegosiasi. 


Aku berharap, kamu tenang disana, tidak perlu banyak sakit lagi, apa yang disini akan dilanjutkan oleh banyak kawanmu. Jika memang hari itu datang, rayakan diatas sana bersama dengan para pendahulu, bersama dengan kami disini. Gunung yang selalu kamu perjuangkan, akan menjagamu dan jika Tuhan berkehendak, kita akan bertemu lagi, istirahat dalam damai my Mambri, our Mambri.




Bahasa Biak
Sye naek o

Sye naek o , yaswar au kaku 
insanja yakofen ,wafur pyum ro sup mow'ine
kobe sisye , kobe sisye kwaro
wafur indo wafur , pyum ro sup mow bedi' ne

Reff:
Yaswar yaswar o , au kaku wafur pyum ra 
yaswar yaswar o , au kaku wafur pyum ra
sye naek o , mansern ifur au pyum ra

Indonesia 
Sio Saudara
Sio saudara, sa sayang ko, sa sudah bilang, ko punya kebaikan di tanah ini, 
Ko pergi, ko pergi kita terpisah, 
Kebaikan lepas kebaikan, selama ko di dunia ini 
Reff..
Sayang sayang o, ko punya kebaikan selama ini
Sayang sayang o, ko punya kebaikan selama ini
Sio saudara Tuhan menyertai engkau..

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.